Somewhere I Belong
11:57 AMI wanna heal, I wanna feel like I'm close to something real
I wanna find something I've wanted all along
Somewhere I belong
I supposed this will be my first post, so I will make it light (or heavy)
Have you ever doubt your own existence in a community?
I do. Right now.
I'm doubting myself - and keep asking, am I belong to this place?
If it isn't - then where I should be?
Rasanya satu-satu.nya kesalahanku adalah dengan menjadi "real"
the most realest than these people. I had no urge for being fake or else, if they like me, fine - if not, then none of my business. In the end, I'm the one who bring the negative atmosphere for them - jadinya mereka jaga jarak deh. Tapi ya udahlah.
Aku gak berminat memaksakan diri supaya diterima oleh suatu komunitas - klo memang mereka berminat, ya inilah aku, sebaliknya juga gitu - klo aku menganggap berkawan dengan mereka itu menarik, aku akan berusaha berkawan dengan mereka, if not - ya udah, enggak aja. Nothing personal.
I don't like this and that, simple.
aku sih punya keyakinan - kalo segala hal yang terjadi di dunia ini gak selamanya abadi.
kalau umur aja ada batasnya - kenapa hal lainnya gak ada 😊
Tapi seiring, berjalannya waktu (ada mungkin 2 tahunan berlalu sejak draft post ini dibikin dan sekarang aku lanjutkan) - yang bikin heran, ternyata pikiran dan perasaanku tetap konsisten dari tahun ke tahun mengenai hal ini. So funny isn't it?
Masih sering bertanya ke diri sendiri, kenapa mereka seperti itu kenapa aku seperti ini - kenapa aku susah banget ngikutin alurnya orang-orang itu, dan iya - aku berujung kelelahan sendiri. Seperti ikut lomba lari marathon yang tiada akhir. I keep telling myself, it's okay Winda you can do it. Tapi, apakah iya aku bisa? Sampai kapan? But hey! Bukankah sejak TK aku udah biasa sendiri, well, not literally alone, but I only have few friends to hang with.
Gitulah, argumen yang terus-menerus terjadi di kepala ini.
Menerima orang negatif itu ternyata gak segampang membalikkan telapak tangan, apalagi klo sejak lahir kita udah dikasih imun anti-orang-negatif sama para tetua dan leluhur kita, how can you cope with that feeling? I do have to struggle really hard.
Ini sudah tahun keenam aku disini - dan masih saja kesulitan menerima hal-hal negatif yang terus saja ditunjukkan didepan mata, mungkin bukan negatif ya, tapi menurutku itu negatif. Dan aku gak suka.
Tapi, coba tebak, hari ini aku seperti disadarkan sama kenyataan yang udah ada sejak sebelum aku masuk sini. Jadi, bukan mereka yang salah tapi aku. I'm not blaming myself literally, tapi cuma mau menggaris bawahi satu hal saja. Kalau aku selaku orang baru disini, gak sewajarnya menentang arus yang sudah ada sejak lama, karena ibarat batu, karakter mereka itu udah solid banget. Termasuk juga hubungan antar personalnya. Hal itu wajar dan lumrah, mereka orang lama yang sudah ditempa dan dibentuk bertahun-tahun sebelum aku tiba-tiba turun dari langit yang dianggap memporak-porandakan zona nyaman mereka. Dan, menurutku, cuma inilah satu-satunya hal yang mereka punya. Wajar jika mereka juga protektif terhadap hal yang satu-satunya mereka punya ini, entah itu kenyamanan, pekerjaan ataupun pertemanan.
Apapun yang mereka lakukan, itu semua akan dibenarkan oleh mereka dan kelompoknya dan lingkungannya. Aku sebagai minoritas yang harusnya menahan diri. Dan kalau dipikir lagi, lingkungan yang aku punya kan gak cuma ditempat ini (dan aku harus bersyukur atas itu).

0 komentar
Hai ^^
terima kasih sudah mampir..
silahkan tinggalkan komentar kamu disini ^^